Halaman

Minggu, 18 Januari 2015

Rencana Merger Dua Bank Besar di Malaysia Dibatalkan

Dua bank besar Malaysia, CIMB Group Holdings Bhd. dan RHB Capital Bhd. dikabarkan berencana membatalkan proses merger yang tengah berlangsung saat ini. Dengan demikian, rencana Malaysia untuk menciptakan kelompok perbankan terbesar di negaranya pupus sudah.
Mengutip laman stasiareport.com, Selasa (13/1/2015), anggota dewan direksi dari dua perusahaan tersebut rencananya akan bertemu Rabu pekan ini saat kesepakatan tersebut benar-benar akan dihapuskan.
Dari sumber yang enggan diungkapkan identitasnya, RHB masih berupaya memperbaiki beberapa ketentuan, khususnya porsi dana tunai karena depresiasi yang menimpa saham-saham CIMB.
Kesepakatan yang disokong pemerintah itu bernilai 72,5 miliar ringgit saat digaungkan Oktober tahun lalu. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari rencana ambisius Malaysia untuk mendorong perusahaannya sebagai pemenang regional.
Malaysia juga memiliki target menciptakan bank syariah terbesar di dunia. Kombinasi yang diajukan sudah termasuk akuisisi lembaga pemberi kredit Malaysia Building Society Bhd.
"Tidak ada pengembangan lebih jauh mengenai merger tersebut saat ini. Informasi terbaru akan dirilis saat terdapat perkembangan baru," ungkap manajemen RHB dalam keterangan tertulisnya.
Kabarnya, pekan ini, RHB berupaya memperbarui ketentuan dari saham dan kemungkinan besar dana tunainya setelah saham CIMB melemah 26 persen sejak aksi merger diumumkan tahun lalu. Pelemahannya lebih besar dari penurunan saham 11 persen yang dialami RHB.
Kondisi tersebut membuat kesepakatan merger menjadi tak lagi menarik bagi para pemegang saham RHB.(Sis/Nrm)
sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/2160396/rencana-merger-dua-bank-besar-di-malaysia-dibatalkan

Bursa AS Menguat Dipicu Kenaikan Saham Energi

Pasar saham Amerika menguat di akhir pekan, rebound daripenurunan lima hari. Penguatan dipicu kenaikan saham energi dan lonjakan kepercayaan konsumen yang dibayangi dampak dari guncangan mata uang Swiss.

Melansir laman Bloomberg, indeks S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 2.007,98, naik di atasharga rata-rata untuk 100 hari terakhir. Indeks acuan telah jatuh 1,8 persen untuk minggu ini.Indeks S & P 500 turun 3,4 persen kurun 8 Januari - 15 Januari.
Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 94,34 poin, atau 0,5 persen, ke level17.415,05. Indeks Russell 2000 hanya naik sedikit 1,1 persen.
Perdagangan indeks S & P 500 mencapai 26 persen di atas rata-rata 30-hari untuk kali ini.Pasar AS akan ditutup Senin untuk Martin Luther King Day.

"Momentum memerintah hari," ujar Jeff Sica, Presiden dan CEO Circle Squared Alternative Investments.
Menurut dia, pasar sangat memusatkan perhatian pada harga minyak sekarang. "Kami melihat bouncing oversold di tengah momentum minyak dan optimisme ECB QE," lanjut dia.
Adapun 10 pemain terbaik di S & P 500 adalah perusahaan energi, seiring rebound hargaminyak. Saham Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp naik lebih dari 1,7 persen.
Namun saham Goldman Sachs Group Inc kehilangan 1,8 persen setelah membukukanpendapatan perdagangan tahunan terendah sejak tahun 2005.(Nrm)
Sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/2162278/bursa-as-menguat-dipicu-kenaikan-saham-energi

Ditelepon Raja Belanda Soal Eksekusi Mati, Ini Jawaban Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta negara lain menghormati sistem hukum di Indonesia. Menurut Jokowi pelaksanaan sistem hukum di Indonesia merupakan bagian dari kedaulatan negara. Pernyataan ini disampaikan Jokowi terkait respons Belanda dan Brasil, yang menarik duta besar mereka pasca-eksekusi mati warga mereka karena kasus mafia narkoba. 

Kejaksaan Agung telah mengeksekusi mati 6 terpidana mati kasus narkoba Minggu 18 Januari 2015 dini hari kemarin. Dua di antara 6 terpidana mati itu merupakan warga negara Belanda (Ang Kiem Soei) dan Brasil (Cardoso Moreira). 

Presiden Jokowi mengungkapkan, sebelum eksekusi berlangsung, dia ditelepon penguasa Kerajaan Belanda, Raja Willem-Alexander, yang meminta agar Ang Kiem Soei tidak dieksekusi mati. Telepon serupa juga diterima Presiden Jokowi dari Presiden Brasil, Dilma Rousseff. Dilma meminta agar Pemerintah Indonesia tak menghukum mati warganya, Cardoso Moreira.

Menjawab telepon 2 penguasa itu, Presiden Jokowi mengatakan, keputusan hukuman mati merupakan putusan pengadilan di Indonesia. Presiden meminta agar keduanya menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari kedaulatan negara.

"Kita harus menghormati upaya negara lain yang dilakukan untuk warganya. Begitu pula dengan warga negara kita di negara lain. Kita harus menghormati apa yang jadi kedaulatan sebuah negara," kata Presiden Jokowi di Jakarta seperti dikutip dari Setkab.go.id, Senin (19/1/2015).

Di fanpage Facebooknya, Presiden Jokowi menambahkan alasannya, bahwa perang terhadap mafia narkoba tidak boleh setengah-setengah, karena barang haram itu benar-benar sudah merusak kehidupan, baik kehidupan penggunanya maupun kehidupan keluarga pengguna narkoba.

"Tak ada kebahagiaan hidup yang didapat dari menyalahgunakan narkoba. Negara harus hadir dan langsung bertempur melawan sindikat narkoba," tulis Presiden Jokowi di fanpage Facebooknya yang diunggah Minggu, 18 Januari 2015. "Indonesia Sehat, Indonesia tanpa Narkoba….," tulis Presiden Jokowi lagi. (Sun/Ein)

sumber:http://news.liputan6.com/read/2162982/ditelepon-raja-belanda-soal-eksekusi-mati-ini-jawaban-jokowi

Sutarman Masih Jenderal Aktif Tapi Tak Punya Jabatan

Sutarman sudah diberhentikan sebagai Kapolri dengan hormat. Namun karena belum pensiun, Sutarman masih berstatus sebagai jenderal aktif.

"Sutarman masih jenderal aktif," jelas Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Sutarman baru pensiun Oktober mendatang. Sutarman kini berstatus non job alias tak ada pekerjaan.

"Nggak ada jabatan, kan Keppresnya sudah keluar," tambah dia.

Keppres pemberhentian Sutarman sudah dikeluarkan Presiden Jokowi pada Sabtu (16/1). Kini Wakapolri Komjen Badrodin yang menjadi pejabat yang memiliki kewenangan dan menjalankan tugas Kapolri.

sumber:http://news.detik.com/read/2015/01/19/133110/2807188/10/sutarman-masih-jenderal-aktif-tapi-tak-punya-jabatan?n991101605

Bakrie and Brothers Konversi Utang Jadi Saham

Manajemen PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) tengah bernegosiasi dengan sejumlah pihak untuk merestrukturasi sebagian utang sekitar Rp 5,2 triliun.
Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2015), Direktur PT Bakrie and Brothers Tbk, Sri Dharmayanti menuturkan, perkiraan nilai utang yang akan dikonversi menjadi saham sebesar Rp 4,5 triliun-Rp 5,2 triliun.
Ia menuturkan, pelaksanaan rencana konversi utang itu menjadi saham pada 2015. Untuk melunasi utang itu, perseroan akan meminjam dana dari bank, dan menjual sejumlah aset perseroan.
Dalam penjelasannya ke otoritas bursa, PT Bakrie and Brothers Tbk juga memiliki sejumlah proyek infrastruktur antara lain:
1. PLTU Tanjung Jati A senilai Rp 29 triliun
Proyek itu diharapkan selesari 2019 untuk unit 1, dan tahun 2020 untuk unit 2. Saat ini perseroan menghadapi relokasi proyek dan peraturan harga jual listrik. Kini perseroan telah menemukan lokasi baru proyek di Cirebon.
2. Jalan Tol Cimanggis-Cibitung senilai Rp 4,52 triliun
Proyek itu diharapkan selesai 2018-2019. Perseroan menghadapi pembebasan lahan untuk jalan tol Cimanggis-Cibitung. Menurut perseroan, proyek ini telah diatasi dengan terbitnya Undang-undang Pembebasan Lahan pada 2012.
3. Pipa Gas Kalija senilai Rp 2,5 triliun untuk tahap I
Proyek ini diharapkan selesai 2015 untuk tahap I, dan tahun 2019-2020 untuk tahap kedua. Perseroan menghadapi kendala pada sumber gas dari Kalimantan Timur.
4. Peningkatan Kapasitas Produksi Bahan Bangunan dan Komponen Otomotif senilai Rp 3 triliun
Proyek ini diharapkan selesari pada 2018-2019. Hambatan proyek ini berupa penguasaan dan investasi modal untuk teknologi baru. (Ahm/)

sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/2161412/bakrie-and-brothers-konversi-utang-jadi-saham

Banting Harga, Elpiji 12 Kg Kini Dijual Rp 129 Ribu per Tabung

Tak hanya premium dan solar, harga elpiji 12 kilogram (kg) yang dijual PT Pertamina (Persero) juga ikut turun harga mulai Senin 19 Januari 2015. Harga elpiji 12 kg turun menjadi Rp 129 ribu per tabung, dari sebelumnya Rp 134.700 per tabung.
Menteri Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebelumnya mengungkapkan, penurunan harga elpiji non subsidi 12 kg bertujuan untuk meringankan beban perekonomian.
"Pertamina melaporkan pada regulator pemegang sahamnya, saya laporkan presiden.  Memberi stimulus supaya perekonomian adem," kata Sudirman di Jakarta.
Sudirman menambahkan, penurunan harga elpiji non subsidi yang dibungkus dengan tabung berkelir biru tersebut juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang merosot.
"Harusnya berhubungan dengan minyak ada penurunan komponen cost, supaya memberi dorongan industri pasar," tutur Sudirman.
Seperti diketahui, mulai Senin 19 Januari 2015, harga premium turun menjadi Rp 6.600 per liter. Harga solar turun menjadi Rp 6.400 per liter. Harga elpiji 12 kg turun 129 ribu dari Rp 134.700 per tabung. Tak hanya itu saja, harga semen yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun Rp 3.000 per sak. (Ndw)

Sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/2162820/banting-harga-elpiji-12-kg-kini-dijual-rp-129-ribu-per-tabung

Harga Minyak Turun, RI Reguk Untung Rp 25 Triliun

Pemerintah diprediksi bakal mereguk untung sekitar Rp 25 triliun dari turunnya harga minyak dunia di pasar internasional sepanjang tahun ini.
Menurut Founder ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, turunnya harga minyak secara fiskal masih menguntungkan Indonesia karena subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dikucurkan pemerintah semakin berkurang. 
Keuntungan bertambah besar karena pemerintah telah menerapkan subsidi tetap sehinggadana subsidi BBM yang bisa dihemat pemerintah sekitar Rp 200 triliun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Namun di sisi lain, penerimaan negara dari sektor minyak dan gas (migas) bakal merosot hingga 60 persen atau sekitar Rp 175 triliun karena turunnya harga jual minyak yang diproduksi Indonesia.
"Sehingga secara total akhirnya masih positif bagi Indonesia dengan turunnya harga minyakyaitu sekitar Rp 25 triliun," kata Pri Agung saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (19/1/2015). 
Hal lain yang perlu diwaspadai pemerintah yaitu turunnya harga komoditas bahan mentah lainnya seperti batu bara dan mineral yang menjadi andalan ekspor Indonesia. 
"Karena harga minyak ini dalam konteks perekonomian dunia jadi acuan komoditas lain seperti batu bara. Itu (turunnya harga komoditas lain) belum dihitung berapa dampaknya ke APBN kita," ungkap dia. (Ndw)

sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/2162894/harga-minyak-turun-ri-reguk-untung-rp-25-triliun