Halaman

Rabu, 25 April 2012

He is my dejavu Childhood poems

    
          Ini adalah puisi yang Ilfad buat waktu pertama kali kita dekat. Tapi sebelum diantara kita ada hubungan seperti saat sekarang. waktu itu ia baru menjadi sahabatku. Lalu menjadi sahabat dan pendengar yang baik. Lalu menjadi seorang figur penyemangat dikala dalam keputus asaan. Dan.....'jadian' bukan 'jadi-jadian' ya tapi....  Dalam tulisan ini ia merefleksikan segala nasehatnya untukku, dalam bentuk sebuah tulisan ini, Dia bilang ini pertama kalinya Ia menulis. Jelas saja Ia seperti bohong, karena dari tulisannya sepertinya ia sudah sering menulis. Tapi Ia bersumpah ini adalah pertama kalinya dan hanya untukku… eww #melted :p


 Story my girl friend and me

Inilah cerita singkat yang kubuat untuk Sahabat ku...
Berawal dari dunia yang ku selipkan tersimpan makna dari pertengkaran-pertengkaran yang ada, kuharap kau tidak bosan mendengar semuanya, sebab,
Aku menduga ini adalah akhir dari segala kemungkinan yang Ada.

Jelas-jelas aku telah KELIRU..!
Ini adalah permulaan PERSAHABATAN kita berdua antara kau dan aku.
Aku berusaha untuk tidak menghalangi langkahmu dengan kata-kata yang bisa membuat hati mu sedih. Saat kau tumpahkan masalah itu padaku, 
tapi kini ku tertinggal amat jauh dari mu,

Dari balik cahaya suara hati mu mengintip mengucap jelas terdengar oleh ku.
Seakan kau berbisik...
"Ingin ku bercerita tentang kesedihan ku tapi suaraku seakan tersangkut di tenggorokan,
Ingin ku berteriak sekencang-kencangnya tapi ku tak bisa untuk melepaskannya,
Dan ingin ku buang sedikit masalah masa laluku dan membaginya pada siapa pun yang datang menyapa ingin dan mendengar sedikit tentangku!

Cerita masa kecil, masa laluku,
Terlalu singkat untuk ku, hampa terasa tanpa terasa waktu begitu cepat berjalan begitu cepat tanpa kuasa ku tak bisa menghentikannya hingga kini ku tak tahu kemana arah tempatku bersinggah....."

Ingin ku berikan semuanya yang ku punya. 
Mengorbankan atas egoismeku,
Mengorbankan atas segala sesuatunya dan mengubur semua yang kelam itu dari dirimu, Sahabat....
Mungkin belum terlambat bagiku mangetahui betapa aku tak ingin kehilangganmu.
Mungkin selama ini aku bersikap terlalu keras padamu tetapi semua untuk kebaikan mu, tentunya.
Kita memang berbeda mungkin nanti kita bisa menjadi satu.

Kau memang sudah berusaha semampumu, 
Mencoba menjalani hari demi hari seperti biasa tanpa ada raut muka yang kelam dari mu, kini tak terlihat oleh ku.
Mencoba menghilangkan semua masalah yang menghadang dihadapan mu.
Bagiku hal tersebut hebat, terlalu hebat ...
Kau memang perempuan yang kuat meski berat menanggung semuanya,
Kau harus tetap kuat sebelum belenggu itu mencekam tak lepas dari masalah yang kau buat MESKIpun bukan seutuhnya kau yang membuatnya,
kiniku pahami hal itu..

Kesempurnaan yang ku lihat selama ini hanyalah semu,
Kesempurnaan yang sesungguhnya ada pada dirimu, Sahabat....
Cobalah kau lihat baik-baik....!!
Lihatlah dengan mata hatimu dan temukan kebenaran dibalik kata-kata ku..

Begitulah ingatan ku munyaimpan potongan gambar yang terekam oleh ku
Tiap kata demi kata, kau lontarkan kepadaku, detik demi detik yang kurasa bersamamu.
Saat tawa dan air mata bercampur dengan keringat menjadi satu..
Seakan melepaskan anak panah yang begitu saja melemaskan,
Tanpa menghiraukan siapapun dihadapmu. 

Semuanya tak lepas dan terikat dalam bayangm, tak bisa takkan bisa lepas dari mu,
Bisa ku lihat kau terikat tali erat mengikat disetiap langkah mu.
Bisa ku sadari pahami apa yang sedang kau alami.

Saat sepi mengusik jiwaku.

Mungkin belum telambat untuk ku untuk menggatakan itu,
Untuk mengungkapkan ini semua.
Kini kau bilang pada ku, Kau benci ayahmu.
Ku merasa bersalah! Namun begitulah adanya.
Bagaimana dengan ibu mu yang telah mengandung mu,
Apakah kau inginkan seperti itu,
Ku menantikan jawab mu.
Atau kau juga membenci ku..
Tak apalah! ku siap untuk menanggung semua itu.


Pernahkah kau mendengar tentang kisahnya,
Sehingga sungguh merasa tak pantas ku menceritakannya…

Kisah nyata dari ku, walaupun bukan aku sendiri yang mengalaminya..
                         Tapi Sahabat ku yang bisa menghadapinya..,,

To Be Continue...
 
            Ya walaupun ada To Be Continue dibawah tulisannya, aku masih menunggu puisi-puisi yang dia tulis untukku disebuah binder itu diberikan kepadaku. Karena dia bilang "Nanti saja ah... :p" ya that's him. My Dejavu Childhood. My best mate ever.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar